Tentang Saya

Senin, 19 Oktober 2015

Museum De Arca Yogyakarta

Musium ini masih terletak di XT Square jl Veteran Yogyakarta. Bisa menggunakan tiket terusan dari Museum De Mata, di gedung sebelahnya. 



Berbeda dengan di Museum De Mata, di sini tidak ada Petugas yang memfoto pengunjung, kalo datang sendirian seperti saya, yaaa terpaksa menunggu pengunjung lain atau bergantian dengan pengunjung lain untuk mengambil foto. Ga keingetan sama sekali untuk bawa tongsis :)

Hasilnya begini ini :

Nanyain Eistein


Ketemu CR7

Menggandeng siapa nih?

Hitler patungnya begini

Nemani Soekarno baca koran

Bapak Soeharto dan Ibu Tien, sejak saya lahir sampai kuliah, presidennnya beliau.

Bapak Habibie dan Ibu Ainun

Jadi pembisiknya Gus Dur

Hulk

Iron Man dan Captain Amerika

Naaan ini Spiderman Pensiun di Yogya :)

Setelah duduk di Spiderman Pensiun, saya cepat-cepat keluar, jam 20.10 sudah berasa malam, pengunjung lain pun sudah keluar.  


Museum De Mata Yogyakarta



Namanya De Mata Trick Eye Museum. Dari jl. Malioboro saya naik bis no 3a, hingga Jl. Veteran. Terletak di basement XT Square, petunjuknya sangat jelas dan mudah dijangkau. Saya baru sampai situ jam 18.45, ih sepi banget. Saya bertanya ke Mbak petugas pendaftaran, dan ternyata ada tiket terusan untuk museum satunya lagi. Jadilah saya bayar tiket terusan, meskipun culang cileung, cuma ada 1 pengunjung saat saya masuk.


Ada petugas di bagian periksa tiket yang menyapa saya dengan ramahnya. Ibu datang sendirian ? iya kata saya. Mbak itu langsung menawari saya untuk memfoto, karena di situ cuma untuk foto-foto doang, difotoin, kalo selfie hasilnya kurang pas. Saya disuruh lihat contoh foto di bagian pojok latar belakang foto. Saya mah nurut aja, mudah-mudahan batre HP cukup eaaaa, ada 120 gambar menarik yang tentunya ga bakalan saya coba semua. Berhubung saat itu sepi, saya cukup beruntung ga pake antrian segala. Si Mbak yang take foto itu sabar banget, sambil menyusuri labirin, selain menawari di beberapa gambar paling menarik, juga sampai naik turun tangga untuk mengambil gambar terbaik. "model" nya aja yg ga pas difoto, hehe ...


Naik bambu bareng Panda. 


Menyebrangi papan kayu di atas lava.


Di atas ngarai.


Ikut menyundul bola.


Jalan-jalan di situ yg aslinya, ngareep. 


Hingga mencium Spiderman, xixixi. 

Puas-puasin foto ya di situ.



Minggu, 18 Oktober 2015

Artemy Italian Gelato (es krim) Yogyakarta

Diajak teman-teman ke kedai es krim (gelato) Artemy ini awalnya saya ga minat, soalnya ingin segera pergi untuk menemui teman tapi HPnya ko jadi lost kontak. Berhubung cuma sepelemparan batu dari Hotel Inna Garuda Jl. Malioboro dan udara masih terasa panas, untuk menghilangkan penat di perjalanan sepanjang  siang 18 oktober di Kereta Api dari Bandung ke Yogyakarta, jadilah saya ikut ke kedai Artemy di sebelah utara Malioboro Mall.  
Tampilan etalase es krim nya lumayan menggugah selera, sampai bingung memilih dan menanyakan ke penjaganya satu persatu varian rasa yang ditawarkan, untungnya mereka sabar menjawab. 


Jadilah saya memilih satu jenis dalam wadah cone, dimakan terasa manis dan lembut. Kalo ga salah saya pesan yang vanila apa cookies. Namanya niat nguliner, dicoba saja ya, meskipun untuk rasa dan teksturnya malah saya jadi kangen es krim favorit saya di Bandung, kenapa juga itu kedai es krim pindahnya ga ketahuan kemana, huhuhu ... Lah, bukannya menikmati yang di hadapan malah ingat yang lama :( 



Eh 1 scoop es krim dalam cone seharga 16.500. Bisa pesan beberapa scoops sekaligus, kalo muat di perut atau pesan rame-rame :)

Alamat :
Jl. Perwakilan No. 5 Yogyakarta
jam Buka : 10.00 - 22.00


Senin, 31 Agustus 2015

Pulau Tidung Kep. Seribu

Jumat tanggal 28 Agustus 2015. Ini perjalanan Ocean main ke Pulau Tidung. Ikut Ibu gathering acara kantor. Dibangunkan tengah malam lalu berangkat. 


Jam 2.30 di bis dari Bandung belum mau bobo lagi, lihat bulan di jendela. 


Naik Kapal Cepat Black Pearl, nunggu jam 8 pagi, lama sekali. Untung Ocean tidak rewel. Jadi teman perjalanan, ini Ocean dan Ibu di atas kapal.


Pemandangan pulaunya sudah terlihat, cantik ya.


Jam 12 siang, Ocean istirahat di penginapan, makan siang dan jalan-jalan lihat pemandangan laut.


Ocean di atas perahu, menuju Pulau Payung Kepulauan Seribu.


Awalnya menyanyi nyanyi, saat gelombang tidak terasa.


Ocean akhirnya diayun ombak, dari Pulau Tidung ke Pulau Payung. 
Mudah-mudahan bisa ikutan snorkling

Mau turun snorkling, Ocean nangis ga mau dititip di atas perahu. Akhirnya Ocean saya ajak turun saja. Nanti besar Ocean ikut Latihan Perairan Terbuka ya.



Ocean dan Ibu di Pulau Payung.


 Kedinginan di atas perahu, sambil megenalkan laut Ke Ocean, stimulasi panca indra anak dengan materi kuliah Pengantar Ilmu Kelautan ^_^

Di dermaga Pulau Tidung, masih kedinginan.

Menginjak pasir putih dan air jernih, Ocean menikmati senja dan tiupan angin di Pulau Tidung.

Naaah, saatnya istirahat. Sudah lelah pun masih juga sulit tidur. Ocean lompat-lompat sampai benar-benanr ngantuk jam 22.00


Sabtu, 29 Agustus 2015. 
Subuh bangun lalu jalan-jalan di Pulau Tidung.

Melihat tulisan tentang Jembatan Cinta, terlihat siluet Ibu dan anak terpantul di situ.

Ibu dan anak sama-sama belum mandi pagi. 

Pagi-pagi melihat karang dan ikan dari atas Jembatan Cinta (Penghubung Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.



Terumbu karang yang terlihat jelas dari atas Jembatan Cinta. Saat pagi, gelombang cukup tenang.


Ocean sedang memperhatikan terumbu karang di bawah Jembatan Cinta.

Mulutnya terus bicara tentang ikan.

Sama-sama happy walaupun sama-sama belum mandi pagi.



 Jalan menuju Pulau Tidung kecil, Ocean serius sekali.



Minta gendong di belakang, di Pulau Tidung Kecil.

Ocean merasakan melangkah di atas pasir putih.


Gendong Ocean kembali ke penginapan.


Di kapal cepat menuju Marina Ancol. Terima kasih sudah boleh ikut gathering ini. Wajah Ocean terlihat sangat gembira, apalagi Ibunya yaa bisa jalan-jalan.


Minggu, 23 Agustus 2015

Frame Bag (3)

Menemukan kain kimono di salah satu toko craft, tampak cantik dengan motif Hello Kitty. Kebetulan beberapa bulan sebelumnya, saya sudah memiliki frame dari toko bahan craft yang lain. Ini tas pertama yang saya buat dengan menggunakan mesin jahit untuk menjahit kantongnya, sedangkan behel / frame tetap dijahit tangan.

Bahan :
Kain kimono 
Kain keras / viselin
Busa ati 
Kain untuk kantong bagian dalam
Behel tas / frame dengan handle-nya
Benang jahit 
Benang kenur yang halus



Caranya :

Ukur behel tas, keliling bingkai / frame jadi patokan panjang kain yang dipotong.
Kain kimono untuk luaran dipotong, begitu juga kain keras dan kain pelapis dalam.
Setrika kain keras ke kain kimono, setelah melekat lalu jahit bagian kiri dan kanannya, jadinya begini :



Dibalikan jadi begini :




Kain pelapis dalam juga dijahit dan membentuk kantong.

Jahit label ke kantong luar, bila menggunakan label. Karena labelnya tebal saya jahit tangan. 



Setelah itu, satukan kantung luar, busa ati, dan kantung dalam, saya jahit tangan karena belum yakin mesin jahitnya kuat tidak untuk bahan agak tebal. Hasilnya begini :



Hasil akhir jadi tas seperti ini :

























Rabu, 19 Agustus 2015

Kaleng Hias

Kaleng ini saya buat untuk anak tukar kado di acara perpisahan kelas, 16 Juni 2015.  

Bahan
Kaleng polos 
Cat akrilik putih
Kertas kado motif benda-benda 
Gambar / foto anak sekelas diprint di kertas HVS biasa
Lem putih
Varnish jenis matt 



Caranya :

  1. Kaleng polos dicat merata dengan warna putih, tunggu hingga kering.
  2. Gunting gambar-gambar dari kertas kado.
  3. Tempelkan foto di atas tutup kaleng, sedangkan gambar di sekeliling kaleng dengan menggunakan lem putih yang dicairkan, tunggu hingga seluruh lem mengering.
  4. Finishing dengan menggunakan varnish jenis matt. 
  5. Hasilnya jadi begini :


Keranjang Hias

Saya menghias keranjang ini tanggal 2 Juni 2015. 


Bahan
Keranjang polos
Cat akrilic warna putih dan hijau
Lem putih
Tisu motif bunga
Varnish jenis matt

Caranya
  1. Keranjang dicat dasar dengan menggunakan warna putih, tunggu hingga kering.
  2. Gunting tisu motif mengikuti bentuk gambarnya. Bila tisunya 3 lapisan, gunakan lapisan pertama saja.
  3. Lem putih dicairkan, tempelkan gambar ke keranjang, jangan sampai ada bagian gambar yang mengelupas.
  4. Sekitar gambar utama, saya hias dengan cat warna hijau sebagai daun.
  5. Setelah kering, gunakan varnish matt sebagai finishing agar lebih awet.
  6. Hasilnya jadi begini :